Sabtu, 10 Januari 2015

Profil Teater Sukma



Kelompok teater kami berdiri disaat tengah-tengah maraknya belantika per-teateran pelajar di kota Semarang pada waktu itu. Tepatnya Jum’at Kliwon, 3 April 1987 / 3 Sya’ban 1407 / 3 Ruwah 1919 di sebuah bangunan tua di kawasan kampung pecinan, jalan Plampitan Kota Semarang. Di situlah awal mula kami ada, lalu belajar dan berlatih teater untuk pertama kalinya. Dulu kelompok kami memakai label TEATER SMEA 1. Iya, sesuai dengan lembaga nama sekolah yang menaungi kami, yaitu SMEA Pembina 1 Semarang.
Kami menyadari kalau kelompok kami tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kelompok teater yang lain. Namun dengan kegigihan, ketekunan, keseriusan dalam berlatih, serta dibantu oleh tangan-tangan dingin para empu teater Semarang dalam membimbing kami. Akhirnya kami bisa bersanding dengan kelompok teater yang lain tanpa ada rasa was-was atau minder.
Tahun 1990 sekolah kami pindah alamat di jalan Dr. Cipto no 121 A Semarang, dengan berganti nama SMK Negeri 2. Pada tahun 1996, dengan kesepakatan bersama kami ubah label kelompok kami dengan sebutan “TEATER SUKMA” dengan logonya bunga “KENANGA”. Nama sukma kami ambil dari salah satu bagian terpenting dari manusia, yang berarti : Ruh, Nyawa, atau Jiwa. Dengan harapan agar semua anggota Teater Sukma akan senantiasa untuk terus giat berlatih supaya  jiwanya / batinnya menjadi peka dengan situasi dilingkungannya. Karena menurut pandangan kami, sebuah pertunjukan drama bisa dikatakan menarik kalau para pemainnya bisa menghidupkan tokoh yang diperankannya  /  bisa memberikan nuansa hidup pada pertunjukannya. Karena tanpa adanya Sukma di dalam permainan, pertunjukan tersebut terasa hambar, seperti “Sayur tanpa garam”. Sedangkan logo bunga “KENANGA” mempunyai makna yang terkandung nilai filosofi, yaitu : “ seorang yang berjiwa kesatria akan selalu mengenang dan meneladani warisan leluhur guna meraih nilai-nilai yang luhur ”.
Kami menolak  “Pemakluman” apabila itu ditujukan pada setiap pertunjukan kami. Ya, semua orang selalu dihadapkan pada ”pemakluman-pemakluman” yang sifatnya semu dan serba ragu-ragu. Tak terkecuali ketika kita berbicara tentang pertunjukan teater pelajar. Beranikah secara jujur kita, untuk mengatakan hal-hal yang sebenarnya tanpa harus dibebani rasa keragu-raguan ?
Do’a yang panjang akan selalu kami panjatkan, semoga kami akan selalu tetap berkarya dengn mengusung lakon yang menghibur dan mudah di cerna dengan gaya khas Teater Sukma yang enak di tonton dan perlu… !!! Kami tidak mau berjanji, tapi kami akan bicara lewat bukti sebagai karya nyata kami. Nuwun, matursuwun…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar