Kelompok
teater kami berdiri disaat tengah-tengah maraknya belantika per-teateran pelajar
di kota Semarang pada waktu itu. Tepatnya Jum’at
Kliwon, 3 April 1987 / 3 Sya’ban 1407 / 3 Ruwah 1919 di sebuah bangunan tua
di kawasan kampung pecinan, jalan Plampitan Kota Semarang. Di situlah awal mula
kami ada, lalu belajar dan berlatih teater untuk pertama kalinya. Dulu kelompok
kami memakai label TEATER SMEA 1.
Iya, sesuai dengan lembaga nama sekolah yang menaungi kami, yaitu SMEA Pembina 1 Semarang.
Kami
menyadari kalau kelompok kami tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan
kelompok teater yang lain. Namun dengan kegigihan, ketekunan, keseriusan dalam
berlatih, serta dibantu oleh tangan-tangan dingin para empu teater Semarang
dalam membimbing kami. Akhirnya kami bisa bersanding dengan kelompok teater
yang lain tanpa ada rasa was-was atau minder.
Tahun
1990 sekolah kami pindah alamat di jalan Dr.
Cipto no 121 A Semarang, dengan berganti nama
SMK Negeri 2. Pada tahun 1996,
dengan kesepakatan bersama kami ubah label kelompok kami dengan sebutan “TEATER SUKMA” dengan logonya bunga “KENANGA”. Nama sukma kami ambil dari salah satu bagian
terpenting dari manusia, yang berarti : Ruh,
Nyawa, atau Jiwa. Dengan harapan agar semua anggota Teater Sukma akan
senantiasa untuk terus giat berlatih supaya
jiwanya / batinnya menjadi peka dengan situasi dilingkungannya. Karena
menurut pandangan kami, sebuah pertunjukan drama bisa dikatakan menarik kalau
para pemainnya bisa menghidupkan tokoh yang diperankannya / bisa
memberikan nuansa hidup pada pertunjukannya. Karena tanpa adanya Sukma di dalam
permainan, pertunjukan tersebut terasa hambar, seperti “Sayur tanpa garam”. Sedangkan
logo bunga “KENANGA” mempunyai makna
yang terkandung nilai filosofi, yaitu : “
seorang yang berjiwa kesatria akan selalu mengenang dan meneladani warisan
leluhur guna meraih nilai-nilai yang luhur ”.
Kami
menolak “Pemakluman” apabila itu ditujukan pada setiap pertunjukan kami.
Ya, semua orang selalu dihadapkan pada ”pemakluman-pemakluman”
yang sifatnya semu dan serba ragu-ragu. Tak terkecuali ketika kita berbicara
tentang pertunjukan teater pelajar. Beranikah secara jujur kita, untuk
mengatakan hal-hal yang sebenarnya tanpa harus dibebani rasa keragu-raguan ?
Do’a
yang panjang akan selalu kami panjatkan, semoga kami akan selalu tetap berkarya
dengn mengusung lakon yang menghibur dan mudah di cerna dengan gaya khas Teater
Sukma yang enak di tonton dan perlu… !!! Kami tidak mau berjanji, tapi kami
akan bicara lewat bukti sebagai karya nyata kami. Nuwun, matursuwun…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar